Ilmu sosial dasar
Nama : Muhammad adhari
alfaridzi
Kelas : 1ka28
Npm : 14116665
Tugas: softskil bab4
Universitas Gunadarma
Kata pengantar
Makalah ini dibuat dalam rangka pembelajaran mata
kuliah Ilmu Sosial Dasar (softskil). Pemahaman tentang manusia dan hal – hal
yang berkaitan dengannya sangat diperlukan, dengan suatu harapan suatu masalah
dapat diselesaikan dan dihindari kelak, sekaligus menambah wawasan bagi kita
semua.
Daftar isi
Kata
pengantar……………………
Daftar
isi…………………………..
Daftar
pustaka……………………
Masyarakat perkotaan dan masyarakat
pedesaan
Masyarakat Pedesaan (masyarakat
tradisional)
a. Pengertian desa/pedesaan
a. Pengertian desa/pedesaan
Yang dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartodikusuma
mengemukakan sebagai berikut: Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat
tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri.
Menurut Bintaro, desa merupakan perwujudan atau kesatuan
goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu
daerah), dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
Sedangkan menurut Paul H. Landis :Desa adalah pendudunya
kurang dari 2.500 jiwa. Dengan ciri ciri sebagai berikut :
·
Mempunyai pergaulan
hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.
·
Ada pertalian perasaan
yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan
·
Cara berusaha
(ekonomi)adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti :
iklim, keadaan alam ,kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris
adalah bersifat sambilan.
Dalam kamus sosiologi kata tradisional dari bahasa Inggris,
Tradition artinya Adat istiadat dan kepercayaan yang turun menurun dipelihara,
dan ada beberapa pendapat yang ditinjau dari berbagai segi bahwa, pengertian
desa itu sendiri mengandung kompleksitas yang saling berkaitan satu sama lain
diantara unsur-unsurnya, yang sebenarnya desa masih dianggap sebagai standar
dan pemelihara sistem kehidupan bermasyarakat dan kebudayaan asli seperti
tolong menolong, keguyuban, persaudaraan, gotong royong, kepribadian dalam berpakaian,
adat istiadat , kesenian kehidupan moral susila dan lain-lain yang mempunyai
ciri yang jelas.
Masyarakat Perkotaan
a. Pengertian Kota
a. Pengertian Kota
Seperti halnya desa, kota juga mempunyai pengertian yang
bermacam-macam seperti pendapat beberapa ahli berikut ini.
·
Wirth : Kota adalah
suatu pemilihan yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang
yang heterogen kedudukan sosialnya.
·
Max Weber : Kota
menurutnya, apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian besar
kebutuhan ekonominya dipasar lokal.
·
Dwigth Sanderson :
Kota ialah tempat yang berpenduduk sepuluh ribu orang atau lebih.
Dari beberapa pendapat secara umum dapat dikatakan
mempunyani ciri-ciri mendasar yang sama. Pengertian kota dapat dikenakan pada
daerah atau lingkungan komunitas tertentu dengan tingkatan dalam struktur
pemerintahan.
Menurut konsep Sosiologik sebagian Jakarta dapat
disebut Kota, karena memang gaya hidupnya yang cenderung bersifat
individualistik. Marilah sekarang kita meminjam lagi teori Talcott Parsons mengenai
tipe masyarakat kota yang diantaranya mempunyai ciri-ciri:
·
Netral Afektif
Masyarakat Kota memperlihatkan sifat yang lebih mementingkat
Rasionalitas dan sifat rasional ini erat hubungannya dengan konsep Gesellschaft
atau Association. Mereka tidak mau mencampuradukan hal-hal yang bersifat
emosional atau yang menyangkut perasaan pada umumnya dengan hal-hal yang
bersifat rasional, itulah sebabnya tipe masyarakat itu disebut netral dalam
perasaannya.
·
Orientasi Diri
Manusia dengan kekuatannya sendiri harus dapat
mempertahankan dirinya sendiri, pada umumnya dikota tetangga itu bukan orang
yang mempunyai hubungan kekeluargaan dengan kita oleh karena itu setiap orang
dikota terbiasa hidup tanpa menggantungkan diri pada orang lain, mereka
cenderung untuk individualistik.
·
Universalisme
Berhubungan dengan semua hal yang berlaku umum, oleh karena
itu pemikiran rasional merupakan dasar yang sangat penting untuk Universalisme.
Menurut pendapat saya:
n
Masyarakat pedesaan adalah suatu masyarakat yang
memilki sifat sosial yang sangat tinggi, dan jarang memikirkan sifat individual
dan biasanya masyarakat pedesaan berperilaku homogeny, perilaku yang dilandasi
sifat kekeluargaan dan kebersamaan. Dan masyarakat pedesaan juga memiliki
kesatuan dan keutuhan kultural.
n
Masyarakat
perkotaan adalah suatu pemilihan yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni
oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya. Masyarakat Kota
memperlihatkan sifat yang lebih mementingkat Rasionalitas dan sifat rasional. Dan masyarakat kota juga cenderung bersifat
individual ketimbang masyarakat pedesaan
n Daftar pustaka
Dan data
diatas diambil dari:
n Buku erlangga



