Wednesday, May 3, 2017

Macam - macam sosialisasi


MACAM-MACAM SOSIALISASI
Pada post sebelumnya, saya telah menjelaskan tahapan-tahapan yang ada dalam sosialisasi. Kini, saya akan mencoba menjelaskan secara singkat macam-macam dari sosialisasi. Mungkin, diantara anda sudah pernah mendengar sebelumnya? Apa sajakah macam-macam sosialisasi tersebut? Pada kali ini, saya akan menjelaskan secara singkat. Macam-macam sosialisasi yaitu: sosialisasi primer, sosialisasi sekunder, sosialisasi represif, sosialisasi partisipatoris, sosialisasi formal dan sosialisasi informal. Mungkin diantara anda-anda semua sudah ada yang pernah mendengarnya? Jika belum, saya akan coba menjelaskan secara singkat. Berikut penjelasan singkatnya:

1) Sosialisasi Primer
Sosialisasi primer, merupakan bentuk sosialisasi yang pertama kali diterima oleh individu pada lingkungan di sekitar keluarga. Pada sosialisasi ini, individu belum mengetahui sosialisasi yang amat luas layaknya orang dewasa. Pada bentuk ini, individu hanya diperkenalkan sosialisasinya dengan anggota keluarganya saja, belum secara luas. Sebagai contoh, sejak Ahmad kecil Ibunya selalu mengajarkan bagaimana bersikap sopan santun kepada orang yang lebih tua. Contoh lain, Ibu Nadia selalu mengajarkan Nadia yang masih kecil untuk selalu menggunakan tangan kanan saat makan dan menerima pemberian dari orang lain.

2) Sosialisasi Sekunder
Pada sosialisasi sekunder, merupakan bentuk sosialisasi yang bertujuan memperkenalkan individu kepada lingkungan di luar keluarga. Seperti lingkungan kerja, media massa, sekolah, lingkungan bermain, dan sebagainya. Pada bentuk ini, individu dilatih untuk saling ber sosialisasi antar sesama umur. Bukan dengan orang tuanya. Sebagai contoh, Adi berteman akrab dengan Aldi maka itu ia saling ber sosialisasi bersama di saat mereka berdua sedang bermain. Contoh lain, seorang guru mengajarkan pelajaran bahasa indonesia kepada murid-muridnya yang duduk di bangku kelas 2 SD.

3) Sosialisasi Represif
Sosialisasi represif, merupakan suatu bentuk sosialisasi yang mengarah kepada hukuman (punishment) dan pemberian suatu hadiah (reward). Pada sosialisasi ini, seseorang yang dapat menuruti kemauan dari orang lain akan mendapatkan hadiah (reward) yang akan didapatnya. Sebaliknya, jika seseorang tersebut tidak dapat menuruti kemauan dari orang lain maka ia akan mendapatkan suatu hukuman (punishment). Sebagai contoh, Ibu ingin seorang anak dapat hidup disiplin dan taat kepada aturan-aturan yang telah ditetapkannya. Jika seorang anak tersebut melanggar aturannya, Ibu akan memarahi atau bahkan memukul anaknya setiap kali tidak taat dan disiplin.

4) Sosialisasi Partisipatoris
Pada sosialisasi partisipatoris, merupakan bentuk sosialisasi yang mengutamakan pada partisipasi seorang anak. Pada bentuk ini, sosialisasi yang terjadi adalah memberikan suatu imbalan yang baik kepada seorang anaknya. Sebagai contoh, setiap Ahmad mendapatkan rangking di kelasnya, Ayahnya selalu memberikan uang jajan lebih kepada Ahmad. Hal tersebut merupakan partisipasi seorang anak.

5) Sosialisasi Formal
Sosialisasi formal merupakan bentuk sosialisasi yang terjadi pada lembaga yang dibentuk oleh pemerintah dan masyarakat. Seperti lembaga pendidikan sekolah dan pendidikan militer.

6) Sosialisasi Informal
Sosialisasi informal merupakan bentuk sosialisasi yang mengarah kepada sikap kekeluargaan. Pada sosialisasi ini, individu saling ber interaksi dalam pergaulan-pergaulan yang sifatnya mempererat kekeluargaan. Seperti sesama anggota kelompok, anggota keluarga, teman sebaya, dan suatu perkumpulan atau komunitas-komunitas.

Sumber contoh: http://sosiologipendidikan.blogspot.com/2008/11/sosialisasi-dan-kepribadian.html

Pentingnya Sosialiasasi

“PENTINGNYA SOSIALISASI”
Mengapa proses sosialisasi sangat penting bagi manusia?
Proses sosialisasi sangat penting bagi manusia karena proses sosialisasi berlangsung sepanjang hidup dan karena manusia adalah makhluk sosial,makhluk yang tidak bisa hidup tanpa orang lain,yang sangat membutuhkan teman,membutuhkan bantuan,membutuhkan keakraban,membutuhkan komunikasi serta membutuhkan interaksi dengan orang lain,dll.
Melalui sosialisasi seseorang akan terbentuk kepribadian,pembentukan kepribadiannya melalui proses sosialisasi yang dilakukan melalui interaksi sosial, proses sosialisasi yang dilakukan melalui proses pendidikan dan pengajaran,dll.
Sosialisai sangat penting karena dapat mempererat hubungan antara masyarakatnya,dapat memperoleh suatu ilmu dari suatu masyarakat tersebut,dapat membentuk suatu kepribadian yang unik.
Manusia memerlukan sosialisasi agar potensi-potensi kemanusiaannya berkembang sehingga menjadi satu pribadi yang utuh dan menjadi anggota masyarakat yang baik.
Dengan proses sosialisasi setiap orang belajar bagaimana mengkoordinasikan perilakunya dengan perilaku orang lain dan belajar bagaimana menyesuaikan diri dengan lingkungan tertentu sesuai dengan peranan yang disandangnya.
Setiap orang juga diharapkan menjalankan peranan tertentu dalam kehidupan bermasyarakat.

Apa yang akan terjadi apabila seseorang individu kurang bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya?
Apabila ada seseorang individu kurang bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya maka seseorang individu tersebut sulit untuk bisa mengenal masyarakat,seseorang tersebut tidak akan menyatu dengan masyarakat lingkungan sekitar ,sulit untuk menyesuaikan diri dengan nilai,norma,dan struktur sosial di dalam masyarakat.
Kurang bersosialisasi dengan masyarakat,kepribadian seseorang sulit terbentuk dan tidak sejalan dengan tata nilai dan norma yang di jadikan pedoman serta potensi-potensi yang dimiliki seseorang tidak akan berkembang dengan baik sehingga tidak akan menjadi satu pribadi yang utuh dan anggota masyarakat yang baik.

Maka dari itu kita harus bersosialisasi,contoh sosialisasi :
Mengikuti pengajian,kerja bakti,mengunjungi anak yatim,memberi bantuan kepada korban bencana alam,gotong royong.
Faktor yang mempengaruhi sosiologi
§  Kesiapan atau kemantapan pribadi
Pendidikan yang diberikan kepada anak mensyaratkan bahwa sosialisasi memerlukan kesiapan dalam menjalani proses tersebut yaitu potensi manusia untuk belajar dan kemampuan belajar

§  Lingkungan /sarana sosialisasi
Potensi manusia tidak bisa berkembang secara otomatis melainkan memerlukan lingkungan sosial yang tepat. Pekembangan tersebut dipengaruhi oleh :interaksi dengan sesama,bahasa,dan cinta/kasih sayang.
                                                Bentuk-bentuk agen/media sosialisasi:
1. Keluarga
Dalam lingkungan keluarga dikenal dua macam pola sosialisasi:
a. Sosialisasi represif : mengutamakan ketaatan anak kepada orang tuanya.
Contoh : Pak
 Yanto menginginkan anaknya selalu disiplin dalam hidup. Ia sering memarahi dan bahkan memukul setiap kali anaknya tidak disiplin.
b. Sosialisasi partisipatif/ partisipatoris : mengutamakan adanya partisipasi pada anak.
Contoh : Setiap kali naik kelas, Iwan selalu diberi uang atau hadiah oleh ayahnya.
Dalam pemilihan jurusan, anak berhak untuk menentukan pilihan, orang tua hanya memberikan arahan atau pertimbangan.
2. Sekolah
Dapat memperoleh pendidikan dan pengajaran tentang  nilai dan norma.
3. Kelompok pergaulan / Teman sepermainan  
Contoh sosialisasi yang bersifat otoritatif: 
Dalam berinteraksi dengan teman sebaya, seorang anak secara bebas tanpa paksaan dapat menerima ataupun menolak perilaku yang baik sesuai nilai dan norma sosial.
Keterlibatan remaja dalam kasus penggunaan narkoba lebih dominan disebabkan adanya pengaruh sosialisasi dari teman sepermainan.
4. Media massa : cetak atau elektronik.
Contoh pengaruh negatif media elektronik :
Surya yang dulunya rambutya hitam tiba-tiba mengubah warna rambutnya menjadi pirang. Tindakan tersebut dilakukan setelah sering melihat artis idolanya di televisi yang juga berambut pirang.

Sumber: http://dinifitrianipertiwi.blogspot.co.id/2013/01/pentingnya-sosialisasi.html

Dampak positif dan negatif sosialisasi terhadap media sosial

Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.
  • Sosialisasi ditempuh seorang individu melalui proses belajar untuk memahami, menghayati, menyesuaikan, dan melaksanakan suatu tindakan sosial yang sesuai dengan pola perilaku masyarakatnya.
  • Sosialisasi ditempuh seorang individu secara bertahap dan berkesinambungan, sejak ia dilahirkan hingga akhir hayatnya.
  • Sosialisasi erat sekali kaitannya dengan enkulturasi atau proses pembudayaan, yaitu suatu proses belajar seorang individu untuk belajar mengenal, menghayati, dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya terhadap sistem adat dan norma, serta semua peraturan dan pendirian yang hidup dalam lingkungan kebudayaan masyarakatnya
Seiring berkembang-nya zaman yang semakin modern dan teknologi semakin berkembang, manusia berinteraksi tidak hanya interaksi langsung tatap muka melainkan bisa melalui media sosial yang sekarang banyak di gunakan oleh manusia untuk berinteraksi terhadap manusia yang lain.
Ada dampak baik dan buruk media sosial sebagai alat untuk ber-sosialisasi, berikut :
Dampak positif
  • Media Interaksi Sosial
Inilah yang biasanya menjadi alasan pengguna situs jejaring sosial. Melalui situs tersebut pengguna dapat berkomunikasi secara mudah, cepat, dan murah. Melalui situs itu pula para pengguna dapat mencari keberadaan teman lama, menemukan teman baru, dan menemukan orang-orang yang memiliki kesamaan hobi dan aktivitas.
  • Sarana Ekspresi Diri
Ingat cerita sukses Sinta dan Jojo? Kabarnya, mereka meng-upload video mereka di Youtube dan menyebarkannya melalui account Facebook. Otomatis, ekspresi Sinta dan Jojo tersebut mendapat tanggapan dari pengunjung Youtube dan pengguna Facebook. Kemudian, berita tentang video itu semakin tersebar dan ditangkap oleh media massa. Akhirnya, jadilah Sinta dan Jojo pendatang baru di dunia hiburan Indonesia.
  • Sarana Berbagi
Melalui situs jejaring sosial, kita dapat berbagi banyak hal, mulai pengalaman, cerita, pengetahuan, dan banyak lagi yang lain.
  • Media Bisnis
Facebook dapat berkembang dengan pesat di antaranya karena banyak yang menyadari bahwa situs jejaring sosial dapat digunakan sebagai lahan bisnis.
Dampak Negatif
Selain sisi positif, ternyata jejaring sosial juga memiliki sisi negatif. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Masyarakat Internet Indonesia, 58% pengguna jejaring sosial di Indonesia tidak sadar atas dampak negatif yang mungkin mereka alami. Para pengguna yang tidak sadar tentu saja tidak akan siap menghadapi berbagai dampak negatif yang mungkin dialami.
  • Pelanggaran Hak Cipta
Seperti telah dikemukakan di depan, situs jejaring sosial dapat digunakan sebagai media untuk berbagi. Di antara materi yang dapat dibagi adalah tulisan, gambar, dan video. Ketiga hal ini tentu saja memiliki hak cipta, pengguna situs jejaring sosial tidak boleh memajangnya seenak hati. Paling tidak, hal yang harus dilakukan adalah mencantumkan sumber aslinya. Dengan mencantumkan sumber, setidaknya kita telah melakukan tiga hal, (1) menghormati pemilik asli, (2) mengamankan diri dari pelanggaran undang-undang (UU No. 19 Tahun 2002), (3) mengamankan diri jika ternyata materi yang kita kutip ternyata bermasalah (mudah ditelusuri sumbernya).
  • Penyia-nyiaan Waktu Produktif
Saat ini banyak orang yang menggunakan situs jejaring sosial pada waktu seharusnya mereka bekerja. Penggunaan situs jejaring sosial itu tidak jarang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Hal ini lebih parah lagi jika terjadi pada mereka yang sampai tahap kecanduan.
  • Kesehatan
Aktivitas berjejaring sosial menyebabkan kita berlama-lama di depan komputer sehingga berakibat buruk bagi kesehatan. Di antara akibat buruk tersebut adalah computer vision syndrome (CVS), yaitu kondisi yang diakibatkan terlalu lama di depan komputer. Di antara gejala CVS adalah sakit kepala, penglihatan kabur, sakit leher, kelelahan, ketegangan mata, iritasi mata, penglihatan ganda, polyopia, dan kesulitan memokuskan penglihatan (en.wikipedia.org). Selain CVS, masih ada penyakit nyeri bahu, nyeri tungkai, nyeri leher, nyeri pada pinggang bagian bawah, nyeri kepala, nyeri pada pergelangan tangan, dan nyeri lengan.
  • Antisosial
Terlalu aktif di dunia maya kerap membuat kita lalai bersosialisasi di dunia nyata. Semakin lama kita melakukan hal    ini, semakin terbatas pergaulan kita sehingga bisa jadi kemudian menjadi sosok yang antisosial.
  • Boros
Berdasarkan survei Masyarakat Internet Indonesia, pengguna internet di Indonesia rata-rata menghabiskan Rp200.000 s.d. Rp500.000 tiap bulan (detikinet.com). Angka ini cukup tinggi untuk rata-rata orang Indonesia. Tentu, angka demikian tidaklah pantas jika dimanfaatkan untuk aktivitas berjejaring sosial semata.
Sumber: https://andykomkom.wordpress.com/2015/01/22/sosialisasi-dampak-positif-dan-negatif-dari-media-sosial/

Definisi sosial menurut para ahli

Pengertian dan Definisi Sosial Menurut Para Ahli

Kita harus mengakui bahwa manusia merupakan mahluk sosial karena manusia tidak bisa hidup tanpa berhubungan dengan manusia yang lain bahkan untuk urusan sekecil apapun kita tetap membutuhkan orang lain  untuk membantu kita.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi sosial menurut beberapa ahli:
# LEWIS
Sosial adalah sesuatu yang dicapai, dihasilkan dan ditetapkan dalam interaksi sehari-hari antara warga negara dan pemerintahannya
# KEITH JACOBS
Sosial adalah sesuatu yang dibangun dan terjadi dalam sebuah situs komunitas
# RUTH AYLETT
Sosial adalah sesuatu yang dipahami sebagai sebuah perbedaan namun tetap inheren dan terintegrasi
#  PAUL ERNEST
Sosial lebih dari sekedar jumlah manusia secara individu karena mereka terlibat dalam berbagai kegiatan bersama
# PHILIP WEXLER
Sosial adalah sifat dasar dari setiap individu manusia
# ENDA M. C
Sosial adalah cara tentang bagaimana para individu saling berhubungan
# LENA DOMINELLI
Sosial adalah merupakan bagian yang tidak utuh dari sebuah hubungan manusia sehingga membutuhkan pemakluman atas hal-hal yang bersifat rapuh di dalamnya.
# PETER HERMAN
Sosial adalah sesuatu yang dipahami sebagai suatu perbedaan namun tetap merupakan sebagai satu kesatuan
# ENGIN FAHRI. I
Sosial adalah sebuah inti dari bagaimana para individu berhubungan walaupun masih juga diperdebatkan tentang pola berhubungan para individu tersebut
(indahf/Carapedia)
Pencarian Terbaru (100)
Pengertian sosial. Definisi sosial. Pengertian sosial menurut para ahli. Pengertian ips. Pengertian ilmu sosial. Sosial adalah. Pengertian pedagogik.
Pengertian ips menurut para ahli. Arti sosial. Pengertian ilmu sosial menurut para ahli. Pengertian pedagogik menurut para ahli. Pengertian ilmu pengetahuan sosial. Pengertian pengetahuan menurut para ahli. Definisi sosiologi menurut para ahli.
Definisi pedagogik. Definisi ilmu sosial. Definisi ips menurut para ahli. Pengertian ilmu pengetahuan sosial menurut para ahli. Pengertian warga negara menurut para ahli. Defenisi sosial. Pengertian hubungan sosial menurut para ahli.
Pengertian sosial menurut ahli. Definisi ilmu sosial menurut para ahli. Pengertian interaksi sosial menurut ahli sosiologi. Konsep sosial. Pengertian kewarganegaraan menurut para ahli. Ilmu sosial menurut para ahli. Definisi ips.
Metode pembelajaran. Pengertian monodualisme. Pengertian ilmu sosial dasar menurut para ahli. Definisi pengetahuan menurut para ahli. Pengertian pendidikan ilmu sosial menurut para ahli. Pengertian individu menurut para ahli. Definisi ilmu pemerintahan menurut beberapa ahli.
Pengertian interaksi sosial menurut beberapa ahli. Pengertian sosial adalah. Pengertian pendidikan ilmu sosial. Pengertian ilmu pengetahuan. Definisi pedagogik menurut para ahli. Pengertian pendidikan sosial. Pengertian pengetahuan menurut who.
Sosiologi menurut para ahli. Konsep ilmu sosial. Definisi ilmu pengetahuan sosial. Pengertian pengetahuan sosial. Deferensi sosial. Arti interaksi sosial menurut para ahli. Pengertian dari sosial.
Pengertian ilmu ilmu sosial. Perbedaan sosial. Definisi ilmu sosial dasar menurut para ahli. Devinisi sosial. Definisi ilmu pengetahuan sosial menurut para ahli. Pengertian sosiologi menurut para ahli sosiologi. Proses sosial menurut para ahli.
Pengertian sosiologi menurut beberapa ahli. Ips menurut para ahli. Arti dari sosial. Pengertian ilmu sosial dasar. Pengertian pendidikan ips menurut para ahli. Monodualisme. Teori sosial menurut para ahli.
Pengertian ilmu ilmu sosial menurut para ahli. Pengertian ips menurut beberapa ahli. Pengertian perubahan sosial menurut beberapa ahli. Apa arti sosial. Perbedaan ilmu sosial dan ilmu pengetahuan sosial. Pendidikan ilmu sosial menurut para ahli. Gambar gambar perubahan sosial.
Arti sosial menurut para ahli. Pengertian sosial menurut beberapa ahli. Perbedaan ilmu sosial dengan ilmu pengetahuan sosial. Arti ips. Pengertian ips menurut ahli. Definisi ilmu ilmu sosial. Arti monodualisme.
Definisi pengetahuan sosial. Definisi individu menurut para ahli. Definisi pendidikan sosial. Ilmu sosial dasar menurut para ahli. Pengertian ilmu pendidikan sosial. Konsep ilmu sosial dasar. Penertian sosial.
Pengertian sosial menurut. Definisi ips menurut ahli. Pengertian tentang sosial. Definisi sosiologi menurut beberapa ahli. Ilmu ilmu sosial menurut para ahli. Pengertian pemerintah dan pemerintahan menurut para ahli. Pengetian sosial.
Apa pengertian sosial. Pengertian ipoleksosbudhankam menurut para ahli. Defenisi sosiologi menurut para ahli. Arti ilmu pengetahuan sosial. Definisi sosial adalah. Definisi pendidikan ips menurut para ahli.

sumber: https://buntokhacker.wordpress.com/materi-pemelajaran/sosial/pengertian-dan-definisi-sosial-menurut-para-ahli/

Contoh masalah sosial yang ada di indonesia

Contoh Masalah Sosial di Indonesia,udah menjadi rahasia umum, setiap negera tentu saja memiliki berbagai masalah. Mulai dari masalah ekonomi, budaya, sampai masalah sosial, terlebih lagi di negara Indonesia ini. Dengan luasnya negara yang terpecah-pecah menjadi beberapa pulau besar dan kecil, menjadikan masalah yang terjadi di negara Indonesia ini kian komplek dan komplikasi.

Gambar Contoh Masalah Sosial di IndonesiaUntuk kali ini, mari kita mencoba melihat beberapa contoh masalah sosial di Indonesia yang sering terjadi. Diharapkan dengan melihat dan mengetahui lebih dalam tentang masalah sosial yang terjadi. Kita, sebagai warga bangsa Indonesia, dapat menghilangkan atau setidaknya meminimalisir bersama-sama masalah sosial yang terjadi.

Contoh Masalah Sosial Dalam Masyarakat
Jika kita mau lebih jeli melihat sekeliling, maka akan dijumpai beberapa contoh masalah sosial masyarakat yang kerap dan berulang-ulang terjadi. Pencurian, Penjambretan, Pemerkosaan hinga Sek* bebas merupakan beberapa permasalahan sosial yang hampir selalu ada di masyarakat. Bahkan, jumlah kejadiaanya pun kian lama kian meningkat dan dengan cara yang semakin baik pula. Ambil contoh, jika dahulu penjambretan hanya sering terjadi di daerah sepi atau di pasar-pasar dengan cara mengambil paksa barang milik orang lain, kini penjambret sudah mulai menggunakan sepeda motor untuk melakukan aksinya.

Contoh Masalah Sosial Remaja Indonesia
Sebagaimana lingkup masyarakat, lingkup yang lebih kecil seperti lingkup remaja pun tak luput dari berbagai masalah. Salah satunya masalah sosial remaja yang terjadi di sekolah, mencontek, membolos, tawuran hingga pengangguran. Hal-hal tersebut merupakan sebuah masalah yang sering dan berulang terjadi, dan pelaku utamanya sering kali remaja. Untuk yang terkahir, pengangguran, biasanya masalah ini muncul dan semakin bertambah disaat musim akhir jenjang pendidikan berakhir, entah di universitas atau di sekolah menengah.

Masalah Sosial dan Solusinya
Berbicara masalah sosial, maka menuntut tindakan kolektif sosial juga. Tidak bisa hanya mengandalkan satu institusi saja. Contoh, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja tanpa melibatkan masyarakat yang bersangkutan. Tidak bisa hanya melibatkan satu organisasi tanpa bantuan organisasi yang lain. Ada imbal balik,kebutuhan dan saling keterkaitan antara satu institusi dengan istitusi yang lain jika ingin menyelesaikan masalah sosial.

Pemerintah dituntut menyediakan fasilitas yang diperlukan serta rules yang mengikat dan benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu dalam menyikapi pelaku masalah sosial, sedangkan masyarakat dan ormas-ormas membantu pemerintah mengontrol perilaku sosial yang terjadi dilingkungannya masing-masing. Dengan adanya timbal balik seperti ini, diharapkan penekanan,pengurangan bahkan penghilangan masalah sosial di Indonesia bisa terwujud.

Okay, segitu dulu, semoga tulisan tentang contoh masalah sosial di Indonesia ini bisa berguna dan dapat sedikit membantu mengurangi masalah sosial yang terjadi secara langsung atau tidak langsung.

Sumber: http://tokoternak.com/2015/01/contoh-masalah-sosial-di-indonesia.html

Pengertian sosialisasi

A. Penjelasan Tentang Sosialisasi

Secara umum sosialisasi adalah suatu proses belajar yang dilakukan oleh seorang individu untuk bertingkah laku berdasarkan batasan-batasan yang telah ada dan diakui di dalam masyarakat. Atau definisi sosialisasi yaitu suatu proses dalam hidup seorang individu untuk mempelajari berbagai macam kebiasaan seperti cara hidup, nilai-nilai dan norma-norma sosial yang terdapat dalam masyarakat dengan maksud supaya dapat diterima oleh masyarakat. Dengan proses ini seorang individu akan mengadopsi kebiasaan, sikap maupun ide orang lain sehingga dapat dipercaya dan diakui.

Sedangkan sosialisasi dalam arti sempit yaitu proses pembelajaran yang dilakukan seseorang untuk mengenal lingkungan sekitarnya baik itu lingkungan fisik maupun sosial. Pengenalan lingkungan dilakukan seorang individu untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan, yang nantinya akan membekali dirinya di dalam pergaulan yang luas. Dan sosialisasi dalam arti luas yaitu suatu proses interaksi dan juga pembelajaran seorang individu yang dimulai saat dia lahir sampai meninggal dalam suatu kebudayaan masyarakat. Jadi seorang bayi yang baru lahir-pun akan melakukan proses sosialisasi. Seperti dimulai dengan mengenal lingkungannya terdekatnya, lingkungan yang paling dekat dengan dirinya yaitu keluarga. Dan seiring berjalannya waktu proses sosialisasinya-pun akan semakin meluas seperti mengenal lingkungan masyarakat dan sebagainya.

definisi sosialisasi
Apakah yang dimaksud Sosialisasi?
Ciri-ciri seorang individu yang mampu dan berhasil dalam bersosialisasi dapat dilihat saat orang tersebut mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Sehingga seorang individu tersebut mulai menyesuaikan diri dengan unsur-unsur kebudayaan yang ada dalam masyarakat, dimulai dari lingkungan terdekatnya seperti keluarga dan menuju lingkungan luas yaitu lingkungan masyarakat. Dengan berhasilnya menerima dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya maka seorang individu akan merasa bahwa dirinya bagian dari keluarga dan juga masyarakat.

B. Apa Tujuan Sosialisasi?

Adapun beberapa tujuan sosialisasi dalam masyarakat, diantaranya:

Untuk mengetahui nilai-nilai maupun norma-norma yang ada dalam masyarakat, sehingga nantinya dapat digunakan sebagai pengetahuan yang diperlukan untuk kelangsungan hidup bahwa di dalam masyarakat dirinya sebagai anggota dari masyarakat.
Untuk membantu mengendalikan berbagai fungsi organik, yang dipelajari dari latihan mawas diri yang baik dan tepat.
Untuk mengetahui lingkungan sosial dan budaya baik itu tempat seorang individu tinggal maupun lingkungan sosial yang baru supaya dirinya terbiasa dengan nilai maupun norma yang berlaku di dalam masyarakat.
Untuk melatih kemampuan berkomunikasi secara baik dan mengembangkan kemampuan lainnya seperti kemampuan bercerita, membaca, menulis dll.
Untuk melatih keterampilan dan juga pengetahuan yang diperlukan supaya dapat melangsungkan hidup di dalam masyarakat.
Dan untuk menanamkan kepada seorang individu tentang nilai-nilai dan kepercayaan yang terdapat dalam masyarakat.
Baca juga: Pengertian stratifikasi sosial dan faktor penyebabnya lengkap.

C. Apa saja Fungsi Sosialisasi?

Proses sosialisasi dalam masyarakat memiliki 2 fungsi utama, diantaranya:

a. Dari segi kepentingan individu

Sosialisasi bertujuan supaya seorang individu dapat mengenal, mengakui dan menyesuaikan dirinya dengan nilai, norma dan struktur sosial yang terdapat dalam masyarakat.

b. Dari segi kepentingan masyarakat

Sosialisasi bertujuan sebagai alat untuk pelestarian, penyebarluasan dan mewariskan nilai, norma serta kepercayaan yang terdapat di dalam masyarakat. Sehingga nilai-nilai, norma-norma dan kepercayaan tersebut dapat terpelihara oleh semua anggota masyarakat.

Adapun tujuan bersosialisasi secara umum, diantaranya:

Untuk membentuk pola perilaku dan kepribadian seorang individu berdasarkan nilai-nilai dan norma-norma dalam masyarakat.
Untuk menjaga kerukunan dan keteraturan hidup dalam bermasyarakat yang berdasarkan keragaman pola tingkah-laku, nilai dan norma yang diajarkan.
Dan untuk menjaga integrasi kelompok di dalam masyarakat.
D. Jenis-Jenis Sosialisasi

a. Sosialisasi primer

Dapat dikatakan sosialisasi primer merupakan sosialisasi pertama yang dijalani oleh seseorang saat masih anak-anak, dan sosialisasi ini menjadi pintu bagi seseorang untuk memasuki keanggotaan di dalam masyarakat. Tempat sosialisasi primer yaitu keluarga, karena seseorang lahir dan pertama menjalani hidup di dalam lingkungan keluarganya. Sosialisasi jenis ini akan mempengaruhi seorang individu untuk dapat membedakan mana dirinya sendiri dengan orang-orang yang berada di sekitarnya.

Dalam tahapan ini peranan orang-orang terdekatnya seperti ayah, ibu dan saudaranya sangat diperlukan, karena anak-anak masih melakukan pola interaksi yang secara terbatas di dalam dirinya. Sosialisasi primer dapat menjadi tempat untuk menanamkan nilai budaya yang dianut oleh keluarga misalnya seperti agama, aturan keluarga dan sebagainya.

b. Sosialisasi sekunder

Sosialisasi sekunder merupakan sosialisasi yang selanjutnya dilakukan oleh seorang individu. Sosialisasi sekunder memperkenalkan kepada seorang individu tentang lingkungan masyarakat. Sosialisasi ini mengajarkan nilai-nilai yang baru di luar lingkungan keluarga misalnya seperti lingkungan bermain, sekolah dan sebagainya. Dalam proses sosialisasi sekunder seseorang akan dididik untuk menerima nilai-nilai dan norma-norma yang baru. Sering sekali proses sosialisasi sekunder menjadi yang mendominasi terhadap pembentukan sikap seorang individu, karena dalam sosialisasi ini seseorang akan banyak beradaptasi dengan berbagai lingkungan masyarakat.

E. Media-Media Sosialisasi

Ada beberapa media yang menjadi perantara utama dalam proses sosialisasi manusia, diantaranya:

a. Keluarga

Media sosialisasi keluarga yaitu media sosialisasi yang pertama diterima oleh seseorang saat anak-anak, karena pada keluarga terdapat orang-orang terdekatnya seperti ayah, ibu, saudara dll. Melalui lingkungan keluarga, seseorang juga akan mengenal dunia sekitarnya dan pola pergaulan.

b. Teman

Teman bermain menjadi media sosialisasi berikutnya, karena teman bermain menjadi media sosialisasi setelah keluarga. Seseorang saat anak-anak akan belajar berinteraksi dengan orang-orang yang sebaya dengannya. Saat proses sosialisasi dengan temannya, seseorang anak akan mempelajari norma-norma dan nilai-nilai yang baru.

c. Sekolah

Seorang anak akan mengalami proses sosialisasi di lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan dapat memberikan pengaruh yang sangat besar kepada seorang anak karena disana tempat untuk menimba ilmu, melatih keterampilan, melatih kemandirian dll. Disana juga seorang anak akan berinteraksi dengan banyak teman yang sebaya dengannya.

d. Media Massa

Media massa dapat menjadi media dalam proses sosialisasi yaitu melalui media cetak dan media elektronik. Media massa dapat mempengaruhi dan mengajarkan kepada seorang individu tentang berbagai macam hal yang belum dia ketahui, baik itu hal yang positif ataupun hal yang negatif. Disinilah peranan orang tua harus bisa mengawasi anaknya jangan sampai dia terpengaruh oleh hl-hal negatif yang di berikan oleh media massa karena tidak semua media massa memberikan hal yang positif.

Baca juga: Pengertian media massa man menurut mara ahli.

F. Proses Terjadinya Sosialisasi

Sosialisasi dapat terjadi secara langsung dengan beberapa cara seperti bertatap muka, mengobrol dalam aktivitas sehari-hari atau dapat terjadi secara tidak langsung dengan cara seperti melalui percakapan di telepon, dengan media massa dll. Proses sosialisasi dapat berjalan dengan lancar jika seorang individu sadar sedang bersosialisasi dengan kebudayaan yang ada di dalam masyarakat. Tapi sosialisasi juga dapat berjalan secara terpaksa jika ada maksud dan kepentingan tertentu.

Terjadinya sosialisasi di lingkungan masyarakat, jika seorang individu memiliki peranan dalam proses sosialisasi tersebut. Keadaan lingkungan juga dapat mempengaruhi seorang individu dalam bersikap dan bertingkah laku sesuai dengan masyarakat yang terdapat di lingkungannya. Oleh karena itu, maka setiap individu akan melakukan sosialisasi untuk mempelajari nilai-nilai, norma-norma dan kebudayaan yang ada di dalam masyarakat.

Sosialisasi juga dapat terjadi dengan interaksi dan komunikasi. Dengan komunikasi seorang individu dapat memperoleh pengalaman hidup, kebiasaan yang nanti akan membekalinya dalam pergaulan di masyarakat luas. Komunikasi juga dapat melalui berbagai media massa. Dengan media masa setiap individu akan memperoleh berbagai macam informasi baik itu informasi yang positif maupun yang negatif, yang nantinya akan berpengaruh pada pola tingkah laku.

G. Manfaat Sosialisasi

Dapat disimpulkan manfaat sosialisasi yaitu supaya seorang individu dapat mengenal, menerima dan menyesuaikan dirinya dengan nilai-nilai maupun norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat. Bukan hanya itu saja, sosialisasi juga memiliki manfaat untuk melestarikan, menyebarluaskan dan mewariskan nilai-nilai, norma-norma dan kepercayaan yang ada di dalam masyarakat supaya tetap terjaga serta terpelihara oleh semua anggota masyarakat.

H. Beberapa Contoh Sosialisasi

Di dalam keluarga misalnya seperti orang tua yang memberi nasehat atau pengarahan kepada anaknya tentang perilakunya, orang tua yang menanyakan tentang kegiatan di sekolah kepada anaknya. Lalu di lingkungan masyarakat misalnya seperti seseorang mengobrol dengan tetangganya, melakukan kegiatan kerja bakti sehingga terjadi proses sosialisasi. Dan di sekolah guru berinteraksi dengan muridnya menerangkan mata pelajaran dan murid bertanya kepada gurunya mengenai pelajaran tersebut jika ada yang kurang dipahami.

Sumber: http://www.pengertianku.net/2016/07/pengertian-sosialisasi-dan-contohnya.html

Sejarah Perkembangan Komputer Dari Awal Sampai Sekarang

Sejarah komputer  diawali dengan penemuan penting dari Charles Babbage berupa alat hitung. Berkat penemuannya itu, ia dikenal sebagai ilmuw...